Sabtu, 10 Maret 2012

Asal Usul Batik Dan Pekembangannya
        Kata batik berasal dari kata bersuku tunggal "tik" artinya titik, membatik berarti membuatbertitik. Titik ini di sebut "cecek" adalah bagian penting dari batik. Pada dasarnya membatik adalah melukis juga, untuk melukis dilakukan diatas kain kanvas dengan kuas dan cat minyak. Untuk membatik dilakukan di atas kain mori dengan canting dan malam (lilin berwarna coklat). Motif batik mengambil dari alam sekitar, namun tujuan membatik dan melukis alam sama yaitu menciptakan keindahan lingkungan hidup. Semula membatik untuk membuat keindahan pakaian dan berusaha memperindah penampilan orang dalam hal berbusana. Hasil produksinya antara lain kain panjang, selendang, kain sarung, dan lain-lain.
         Pada permulaan tahun 1950 mulai timbul gagasan baru dalam memenuhi kebutuhan  orang di luar berbusana. Untuk itu seniman batik menciptakan kreasi baru berupa kain gordin, taplak meja, sprei yang masih menampakanbatik yang angun.
Pada tahun 1962 mulailah para pelukis indonesia menaruh perhatian yang serius terhadap perkembangan seni batik.Dari para pelukis inilah kemudian timbul motif-motif baru yang mendobrak keklasikan seni batik, sekaligus penciptaan mereka tidak hanya untukpelengkap busana(seni pakai). Tetapi jangkauan pembatikan sudah berkembang untuk memenuhi kebutuhan batin manusia akan cita rasa seni keindahan(benda hias). Maka muncullah lukisan-lukisan batik untuk menghias dinding tamu, ruang tunggu di kantor, hotel, perusahaan, restoran, cafe, dan lain-lain.

A. Pengertian
         Batik adalah gambar atau lukisan yang di buar pada kain dengan bahan lilin dan pewarnaan (naptol, indigosol, pewarna alam), menggunakan alat canting dan atau kuas serta teknik tutup-celup. Batik dapat berupa gambar pola ragam hias atau lukisan yang ekspresif. Membatik yaitu menggambar atau melukis dengan bahan lilin yang di panaskan dan menggunakan alat canting atua kuas.
      Perkembangan batik selanjutnya untuk mempercepat proses pembatik digunakan cap. Itu sebabnya, karya batik dengan canting dan cap dikenal dengan istilah bati tulis dan batik cap. Tetapi hal mutu, karya batik yang dikerjakan dengan cap kurang unggul dibandingkan dengan mutu karya bati yang dikerjakan dengan canting. Selain itu, ada juga kain yang diberi gambar motif batik yang pengerjaannya lebih modern dengan teknik printing. Kain seperti ini bukan kain bati , melainkan kain bermotif batik.
Batik memiliki fungsi ganda, yaitu fungsi praktis dan estetis. Secara praktis, kain batik dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan akan pakaian, penutup tempat tidur , taplak meja, sarung bantal, dan sebagainya.
Secara estetis, bati lukis bisa dibingkai dan dijadikan perhiasan ruangan.

B. Desain Ragam Hias untuk Pola Batik
         Ragam hias dalam seni rupa bisa berfungsi mengisi kekosongan suatu bidang dan juga berfungsi simbolis. Sebagai contoh, ragam hias nekara perunggu mempunyai simbol arwah nenek moyang. Ragam hias berkaitan dengan pola hias motif. Polo hias merupakan unsur dasar yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam merancang suatu  hiasan. Sedangkan, motif hias merupakan pokok pikiran dan bentuk dasar.
Dalam perwujudan ragam hias, yang meliputi segala bentuk alami ciptaan Tuhan seperti manusia, binatang, tumbuhan, gunung, batuan, air, awan, dan lain sebagainya serta hasil kreasi manusia. Jadi ragam hias adalah susunan pola hias yang menggunakan motif hias dengan kaidah-kaidah tertentu pada suatu didang atau ruang sehingga menghasilkan bentuk yang indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar